Tanpa Kompany, City Lebih Lemah Kompetisi Musim Depan

Tanpa Kompany, City Lebih Lemah Kompetisi Musim Depan

Legenda Manchester United, Bryan Robson, mengakui percaya Manchester City bakal lebih lemah kompetisi musim berikutnya seiring keberangkatan Leader Vincent Kompany.

City sukses menyapu bersih seluruh piala lokal musim kemarin. The Citizens menjuarai Liga Inggris, Piala Liga dan Piala FA.

Di Liga Inggris, Sergio Aguero cs memenangi Liga Inggris dengan keunggulan 32 angka vs United yang berakhir di tempat 6. Berdasarkan Robson, The Citizens tidak akan dapat superior kayak itu kompetisi musim berikutnya, terlebih usai kehilangan seorang Kompany.

Nama terakhir adalah legenda City. Dia memperkuat The Citizens semenjak 2008 dengan raihan 360 performa dan dua puluh goal.

“Selalu terdapat kesempatan untuk menangkap kesebelasan yang belum lama memenangkan liga. Ini tergantung pada City dengan bagaimana mereka mengganti Kompany sebab ia bakal jadi kehilangan raksasa untuk mereka, ia merupakan kapten sejati di ruang ganti, ” tutur Robson di Soccerway.

“Itu jua tergantung pada bagaimana Kamu mengawali musim, apabila Kamu mengawali dengan amat bagus Kamu dapat optimis. City jelas punya talenta untuk memenangkan liga lagi, namun mereka jua bisa ditangkap, ” Robson melanjutkan.

Kompany sendiri sekarang balik lagi menuju mantan klubya, Anderlecht. Di sana dia menjadi pelatih, sekalian merangkap bintang.

Depay Sanjung Gaya Pemerintahan Koeman

Depay Sanjung Gaya Pemerintahan Koeman

Geladang Belanda, Memphis Depay, memberikan pujian pada pelatihnya, Ronald Koeman. Berdasarkan Depay, dibawah pemerintahan Koeman membuatnya makin meningkat.

Memphis Depay balik lagi membela tim nasional Belanda menyongsong semi final Nations League melawan Inggris. Depay menganggap gaya memoles dan pendekatan yang dikerjakan Ronald Koeman menjadikannya makin kreatif di dalam bertanding.

Depay terus jadi opsi inti Koeman semenjak memimpin Belanda pada Februari 2018. Pemain berposisi gelandang Olympique Lyon ini sukses menyarangkan 8 goal dari 12 laga dibawah kekuasaan Koeman.

Di samping Depay, tim nasional Belanda jua ikut meningkat penampilannya semenjak ditangani oleh Koeman. Soal pemerintahan Koeman, Depay mengakui koneksinya dengan Koeman jadi salah satu penyebab vital yang membikin performanya makin meningkat.

“Kami memiliki koneksi bagus, ini terasa baik untuk aku. Aku senang juru tak-tik yang jujur dan tegas. Mereka tahu tak butuh memberikan instruksi penuh. Sebab aku bintang yang perlu kebebasan di gelanggang. ” tutur Depay diberitakan Fox Sorts Asia dilansir Football5star. com.

Selain itu, Memphis Depay dan Ronald Koeman sudah punya kecocokan dan tak kesulitas untuk memahami instruksi yang dibutuhkan Koeman. “Saya dapat mengatakan langsung dengan Koeman namun kami jua tak perlu kata-kata untuk saling memahami. Aku mengagumi ini. ” jelas Depay.

Mantan bintang Manchester United ini memang tersohor punya kepribadian yang lumayan keras. Tapi, dia mengaku sekarang ia sudah banyak belajar dari waktu lampau.

“Saya memiliki karakter kuat. Aku bakal menyatakan sesuatu apabila terdapat hal yang mengganggu. Tak seluruh orang bakal menyukainya, namun mereka mesti dapat menghadapinya. Tapi pastinya, aku jua menimba ilmu dari waktu lampau. ” terang Memphis Depay.

Kesabaran Liverpool Berbuah Manis di Cardiff

Kesabaran Liverpool Berbuah Manis di Cardiff

Pemain berposisi gelandang Liverpool, James Milner, menganggap kemenangan vs Cardiff City adalah buah dari kesabaran kesebelasannya. Pada pertandingan minggu ke-35 di Stadion Cardiff City, Minggu (21/4/2019), The Reds unggul 2 goal tanpa balas.

Cardiff mengharuskan armada Juergen Klopp berlaga seri tanpa goal pada babak pertama. Padahal kesebelasan tamu memperoleh kesempatan permata via Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

Liverpool alhasil memecah kebuntuan lewat Georginio Wijnaldum saat laga sudah berjalan hingga menit ke-57. James Milner menggenapkan kemenangan The Reds jadi 2-0 berkat goal hukuman penalti 9 menit menyongsong waktu normal usai.

“Saya kira kami mengontrol penampilan nyaris selama pertandingan. Kamu mesti senantiasa bersabar. Simpel untuk tak bersabar dan mulai berlaga secara salah, ” tutur Milner, sebagaimana ditulis Sky Sports.

Tambahan 3 angka mendongkrak peringkat Liverpool menuju pucuk klasemen sementara Premier League. The Reds mengoleksi 88 poin dan unggul 2 poin melawan rival terdekatnya, Manchester City.

Kendati begitu, Liverpool tidak tentu merengkuh piala jawara kompetisi musim ini. Sebab, Man. City tengah mengantongi 1 laga sisa.

James Milner mengakui masih optimistis dengan kesempatan jawara Premier League. Bintang berumur 33 tahun itu menyatakan kesebelasannya akan berupaya untuk memenangi semua laga yang tersisa.

“Kami cuma butuh berkonsentrasi pada skuat sendiri. Apa yang dapat kami kerjakan ialah kerap memberikan tekanan dengan memenangi laga, ” jelasnya.

“Manchester City paham mesti perfect. Apa yang dapat kami kerjakan ialah memenangi seluruh pertandingan dan saya harap ini cukup. Ke 2 kesebelasan cukup garang dan berbahaya. Tak simpel melakoni pertandingan tiap-tiap minggu. Kami sempat menerima kekalahan dan turun ke peringkat ke 2, ” kata James Milner.

Solskjaer Akui Manchester United Telat Memanas

Solskjaer Akui Manchester United Telat Memanas

Ole Gunnar Solskjaer menderita 2 kekalahan berturut-turut buat pertama kali semenjak membesut Manchester United. Terkini, mereka keok dari Wolverhampton di Piala FA, Minggu (17/3) dini hari di fase perempat-final Piala FA. Pencapaian itu sekalian menandaskan kesebelasan yang dijuluki Setan Merah itu tidak berhasil menuju ke semi final.

Sehabis pertandinan, Solskjaer mengaku kesebelasannya tak berlaga bagus semenjak pertama. Sampai-sampai, goal yang dibukukan oleh Wolves, tak lepas dari minimnya konsentrasi pemain-pemain bek Manchester United.

Wolverhampton sukses menyarangkan 2 goal di dalam kurun waktu 6 menit. Sedangkan 1 goal balasan muncul melalui Marcus Rashford saat laga sudah berjalan hingga menit ke-90.

“Aku akui kami berlaga terlampau lambat semenjak pertama serta merelakan rival sedikit lebih leluasa bergerak. Penguasaan bola kami jua tak sebagaimana pada umumnya serta jujur saja hal tersebut amat mengenaskan, ” tutur lelaki dari Norwegia itu sehabis laga.

Itu merupakan kekalahan berturut-turut perdana kalinya diderita Setan Merah semenjak terakhir kali berlangsung saat Desember 2018. 2 hasil negatif inilah yang akhirnya membikin Jose Mourinho ditendang dari jabatannya selaku pelatih. Sebelum laga itu, Manchester United menerima kekalahan dari Arsenal di liga.

“Kami tak memiliki cukup kemampuan saat sampai ke sepertiga gelanggang mereka. Perpaduan sektor serang jua tak sebaik pada umumnya. Kami memang sempat menguasai bola di fase perdana, namun tak artinya apapun apabila akhirnya direbut rival, ” pungkas Solskjaer.

Napoli Kalah dari Juve, Ini Tanggapan Maksimovic

Napoli Kalah dari Juve, Ini Tanggapan Maksimovic

Napoli mesti tertinggal enam belas angka melalui Juventus. Itu terjadi usai mereka bertekuk lutut di markas sendiri dari Juve dengan skor 1-2. Untuk Nikola Maksimovic, kekalahan ini akibat blunder dari mereka sendiri.

Napoli harus berlaga dengan 10 pemain usai penjaga gawang mereka, Alex Meret diberikan kartu merah dengan wasit Gianluca Rocchi usai melanggar Cristiano Ronaldo. Kartu merah itu menjadi awal musibah untuk Partenopei.

“Ada blunder kami kala back-pass Kevin Malcuit. Rombongan saya bertanya pada wasit, yang memberi paham kami jika Meret sudah melanggar Ronaldo. Di dalam hal ini, tak ada masalah, hal tersebut adalah kartu merah walau Meret ragu apakah ia melakukan kontak ataupun tidak, ” ujar Maksimovic pada Rai Sport serta Radio Kiss.

Usai kartu merah itu, Juventus mencetak 2 skor lewat free kick Miralem Pjanic dan tandukan Emre Can. Babak perdana pun ditutup dengan score 2-0 buat keunggulan kesebelasan tamu.

Akan tetapi pada paruh kedua, Napoli mulai mengendalikan pertandingan, tetapi tidak bisa memcetak gol. Untuk Maksimovic, ketidakmampuan memanfaatkan kondisi adalah kekurangan Napoli.

“Selalu seperti ini saat melawan Juventus. Napoli menurunkan sepakbola yang baik, menyerang, mendominasi, namun pada akhirnya rombongan saya selalu kemasukan dan menerima kekalahan.

“Kami seharusnya belajar melalui Juve mengenai bagaimana menggunakan dari sudut, tendangan bebas serta situasi bola mati lain. Anda tak dapat menyaksikan perbedaan enam belas poin kala kami berlaga melawan keduanya, tetapi keduanya tetap meraih permainan, ” tutup Maksimovic.

Lupakan Bayern Munich, Liverpool Fokus Duel Melawan MU

Lupakan Bayern Munich, Liverpool Fokus Duel Melawan MU

Pemain bertahan kiri Liverpool, Andrew Robertson, menegaskan kesebelasannya tidak lagi berpikir hasil seri melawan Bayern Munich di leg perdana babak 16-Besar Liga Champions, Selasa (19/2). Pasalnya, beberapa pertandingan vital di Premier League sedang menanti tim berjuluk The Reds itu, salah satunya vs Manchester United.

Liverpool tidak berhasil memanfaatkan peluang saat melawan Bayern pada Stadion Anfield. Pasukan Juergen Klopp cuma mampu bertanding imbang tanpa gol. Walau demikian, tidak tersedia alasan guna terlarut di dalam ketidakpuasan. Itu karena The Reds sedang mengalihkan fokus guna mempertahankan tempat di tangga teratas klasemen Premier League.

“Leg ke 2 masih lama dan team saya harus balik lagi fokus sebab memiliki banyak laga krusial di Premier League. Rombongan saya melupakan Bayern untuk sekarang, ” tutur Robertson, menurut Goal.

“Melawan United adalah pertandingan penting lain. Saya kira itu bakal sedikit lain dari kala terakhir melawan mereka.

“Ada banyak hal yang berlangsung dan berujung laga terbaru bagi pelatih mereka. Tapi, di bawah bimbingan maanjer anyar, mereka bangkit dan jadi tim yang berbeda, khususnya saat berlaga di markas. Itu bakal menjadi pertandingan yang sulit, ” katanya.

“Kami seharusnya menampilkan yang terbaik, serta jika dapat melakukannya, saya harap itu lumayan untuk memberi kami hasil positif, ” Andrew Robertson.

Liverpool masih berpotensi melenggang menuju perempat final Liga Champions. Nasib mereka akan ditentukan di dalam leg ke 2 di markas Bayern Munich, Allianz Arena, pada 13 Maret nanti.

Solari Dibikin Terkesima dengan Talenta Brahim Diaz

Solari Dibikin Terkesima dengan Talenta Brahim Diaz

Juru tak-tik Real Madrid, Santiago Solari, mengakui amat bahagia dengan talenta dari punggawa baru Los Blancos, Brahim Diaz. Tapi, dia tidak tahu kapan bakal memberi pertandingan debut pada Brahim.

Brahim disebut-sebut menjadi satu dari sekian banyak talenta paling baik di sepakbola Spanyol di dalam beberapa tahun terakhir. Demi mendaratkan anak muda 19 tahun ini melalui Manchester City, Los Blancos mesti mengeluarkan biaya senilai 15 juta Pounds.

“Saya amat girang menyaksikan kemampuan dari Brahim Diaz di pelatihan hari ini. Ia amat bahagia sebab dapat gabung ke Real Madrid kampanye musim ini,” tutur Solari dilansir melalui Diario Sport.

“Saya pun amat girang menyaksikan nomor jersey pilihannya di sini. Tapi, aku tidak tahu kapan ia bakal melakoni pertandingan debutnya. Ia bakal berlaga di pertandingan kontra Leganes jika soal non-teknisnya di luar lapangan telah selesai,” ungkapnya melanjutkan.

Di dalam peluang yang sama, lelaki 42 tahun tersebut pun mengakui amat bersyukur sebab diberi kesempatan buat mengasuh Real Madrid kampanye musim ini. Dia menyatakan jika El Real merupakan tim yang amat dia cintai.

“Saya amat bahagia dengan jabatan Ku di Real Madrid sekarang. Job ini jadi suatu kehormatan sebab aku amat mencintai tim ini. Bagi Ku pribadi, tim ini merupakan kesebelasan paling baik sejagat saat ini. Di sini, setiap orang kerja dengan dedikasi yang amat tinggi,” pungkasnya.

Olsen Akui Susah Gantikan Fungsi Alisson

Ditinggal penjaga gawang andalan, Alisson Becker membikin AS Roma mendaratkan Robin Olsen pada bursa transfer musim panas kemarin. Penjaga gawang Tim nasional Swedia ini direkrut melalui Kopenhagen dengan tarif cuma 8 juta €.

Robin Olsen langsung menjadi kiper utama AS Roma pada kampanye musim perdananya. Penjaga gawang berumur 28 tahun itu bermain di 13 laga di semua ajang turnamen dengan mencatat 5 kali cleanheet.

Walau langsung didapuk menjadi penjaga gawang inti oleh Juru tak-tik AS Roma, Eusebio di Francesco, Robin Olsen masih menganggap jika seorang Alisson Becker masih susah tergantikan. Sebab, kiper dari Brasil itu musim kemarin berhasil membawa Il Lupi maju sampai fase semi-final Liga Champions.

Robin Olsen mengakui juga mendapatkan cukup kesulitan di dalam melakukan adaptasi bersama suasana di Italia. Namun begitu dia selalu bekerja keras supaya dapat berlaga maksimal pada iklim baru di dalam kariernya itu.

“Roma baru-baru ini menjual penjaga gawang hebat seperti Alisson, serta lantas aku masuk menjadi penggantinya. Aku berharap bakal ada beberapa tekanan dan aku paham jika aku mesti memperlihatkan kualitas aku di rumput hijau,” tutur Robin Olsen sebagaimana dilansir melalui Football Italia, hari Jumat (2/11).

“Di rumput hijau, bahasa Italia aku makin bagus, aku tak bermasalah berbicara bersama kawan team Ku serta membuat aku dipahami,” lanjutnya.

AS Roma mendapat keuntungan besar melalui penjualan Alisson Becker menuju Liverpool. Total biaya senilai 62,5 juta € diterima Il Lupi melalui The Reds.

Cetak Gol, Torres Bawa Sagan Tosu Lepas Zona Degradasi

Fernando Torres Menyarangkan 1 dari tiga gol kala Sagan Tosu memenangkan pertandingan paling baru mereka di Liga Jepang 1 atau J-League 1 2018 pada hari Sabtu (20/10) malam WIB.

Sagan Tosu dijamu Vegalta Sendai di mana mereka memenangkan pertandingan dengan skor 3-2 di Stadion Yurtec saat matchday ke-30 Liga Jepang 1 2018. Torres tampil jadi starter.

Paruh awal pertandingan itu habis dengan keunggulan skuat tamu dengan kedudukan 2-1.

Tapi, goal baru saja terjadi di menit-menit penghujung menyambut jeda pertandingan.

Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-37, Yoshiki Takahashi menyarangkan goal pemecah kebuntuan untuk keunggulan Sagan Tosu.

Kemudian 2 menit selanjutnya, Fernando Torres memaksimalkan assist Yuji Ono buat menggandakan keunggulan kubu tamu.

Vegalta Sendai memperkecil ketertinggalan lewat goal hukuman penalti dari Gakuto Notsuda saat laga sudah berjalan hingga menit ke-42.

Sagan Tosu sempat dibikin cemas usai Naoki Ishihara saat laga sudah berjalan hingga menit ke-58 berhasil menyarangkan goal penyama.

Goal itu hasil assist leader Vegalta Sendai dari Korea Utara, Ryang Yong-Gi.

Untung saja, saat laga sudah berjalan hingga menit ke-78, Joan Oumari bisa membikin goal serta Sagan Tosu balik lagi memimpin.

Goal pemain bertahan kelahiran Jerman dengan paspor Lebanon itu hasil assist Hiromu Mitsumaru.

Hasil positif away Sagan Tosu itu menjadikan skuat yang ditangani Kim Myung Hui naik menuju ke tempat 15 ataupun tingkat terbawah paling aman pada papan klasemen J-League satu 2018.

Berarti, Torres Dan kawan-kawan melaju pergi dari zona degradasi.

Sayang, Sagan Tosu tetap rentan tergusur sebab Jubilo Iwata yang muncul pada tempat 17, poinnya serupa serta baru saja bermain 29 kali.

Misi The Warriors Keluar dari Zona Degradasi

PS Tira versus PSIS Semarang tersaji di Rabu (17/10/2018). Duel pemecah kebuntuan matchday ke-26 Liga 1 2018 itu diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul.

Duel PS Tira melawan PSIS diperkirakan akan syarat dengan gengsi.

Menyusul mereka berdua sedang berupaya merangkak naik dari papan bawah klasemen sementara Liga satu 2018.

Khususnya untuk kesebelasan tuan rumah, PS Tira yang sekarang tengah ada dalam ancaman degradasi. PS Tira berada pada peringkat ke-16 klasemen semantara Liga 1 2018.

Tim besutan Nil Maizar mengantongi 28 angka dari jumlah 24 laga yang sudah dilakoni.

Mereka tengah menyimpan 1 pertandingan tunda vs PSMS Medan di minggu silam.

Hasilnya, waktu rehat yang setingkat lebih panjang dapat jadi keuntungan PS Tira kala jumpa Mahesa Jenar pada Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul.

Hasil positif setidak-tidaknya dapat membikin PS Tira naik 4 level sekaligus.